"Hidup Untuk Memberi Sebanyak-banyaknya"

Sabtu, 14 Desember 2013

Hening

Jakarta, 15 Desember 2013,  03.41

Hening.... ada saatnya aku menyukai keramaian... tertawa bersama keluarga dan kawan2... tpi hening, senyam dengan gemericik bunyi air dr akuariumku adalah waktu yg sangat sangat sangat aku senangi...
Hening.... tenang.... dan merasakan Dia lebih dekat

Jumat, 15 November 2013

Iam back.... ^_^

Setelah hampir setahun blog ini mati suri... bismillah semoga dg alat baru ini aku jdi semangat untuk menulis lagi ...
Menulis semua tentang aku...
Menulis semua yg aku suka...
Tentan perasaanku
Tentang mimpiku
Tentang perjuanganku meraih mimpi2 itu
Am back...
Aku akan trrus beljar dan semangat belajar..
Ayooo oci melisa depiyanti!!!

Selasa, 11 Desember 2012

Begitu Sederhana tapiiii kerap Terlupakaaaan... Makna2 dalam Bacaan Shalat


Pernah merasakan sering lupa raka'at dalam shalat?
atau pernah merasakan setelah shalat hati masih resah?

Sepertinya itu yang sedang Ci rasakan...Akhir-akhir ini ci merasakan kurang khusu’ dalam melaksanakan shalat... ibadah itu memang bukan hanya ritual-ritual saja, ibadah itu sangat luas, tapi shalat adalah tiangnya agama dan itu artinya shalat adalah salah satu ritual ibdah yang menentukan kokohnya agama...
Tetapi kerap kali shalat dilakukan hanya sekedar melepas kewajiban saja, terlalu resah dengan masa depan dan galau dengan berbagai impian-impian, serta kesibukan dengan urusan duniawi yang terlalu berlebihan...

Naaah mungkin itulah yang saat ini Cie rasakan, sibuk mengejar urusan dunia, tidak banyak mengingat kematian, mungkinn na'udzubillah... tapi karena Allah sayang sama hambanya penyakit hati resah, gelisah ini pun sudah ditemukan penyebabnya tinggal mencari obatnya
Cie mengulik-ngulik berbagai artikel tentang shalat, berbagai bacaan-bacaan shalat yang kita hafalkan dari TPA dan kita ucapkan berulang2 kali ketika shalat tanpa disadari atau terlupakan atau memang tidak pernah tau dan tidak pernah mau tau (karena kita sibuk dengan urusan dunia) ternyata penuh dengan doa-doa dan pujian yang menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat kita... belum lagi makna dari gerakan-gerakan shalat yang sangad bermanfaat buat kesehatan jika dilakukan dengan benar, tapi untuk catatan sederhana ini cie cuma mau berbagi dari sisi bacaan2nya ajah, Cie siih berharap ci dan kawan akan lebih khusu' shalat jika kita kembali mengingat makna2 yang ada dalam bacaan shalat yang penuh dengan doa-doa

Inilah hasil ngulik saya... Semoga bermanfaat... semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi  karena lalai dalam shalat... Aaaamiiiin

  • Doa iftitah (pembuka) yang sehari minimal 5 kali kita baca (hukum membacanya emang sunnah tapi ini penuh dengan janji yang harusnya kita tepati):
Innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa ana minal musyrikiin. Inna salaati wa nusukii wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bizdaalika umirtu wa ana minal muslimin. 

"Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi, dengan keadaan suci lagi berserah diri; dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya semata-mata bagi Allah, Tuhan Semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, demikian akau diperintahkan, dan aku adalah termasuk kedalam golongan orang-orang yang berserah diri."
Doa ini adalah janji kita kepada Allah bahwa shalat Qta, ibadah Qta, hidup Qta, mati hanya semata-mata bagi Allah. Qta mengikrarkan janji ini minimal 5 kali dalam sehari... wooowww janjinya am Tuhan looo

  • Surat Al-Fatihah
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahirabbil'aalamin Arahmaanirrahiim Maaliki yawmiddiin Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin Ihdinash shiraathal mustaqiim Shirathal ladziina an'amta alaihim gahiril maghdhuubi'alaihin waladh dhaalliin Aaamiin 
“Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian Alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yang merajai hari pembalasan Hanya kepada-Mu kami meyembah dan hanya kepada-Mu saja kami mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus Jalan mereka yang Engkau beri ni'mat, bukan jalan mereka yang engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Aaamiin”

Dan surat Al-Fatihah ini, kita baca sebanyak (2+4+4+3+4)= 17 kali minimal dalam sehari (kalau kita tidak shalat sunnah)... dan ternyata arti dari doa ini dahsyat bgd kaaaan? “mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus Jalan mereka yang Engkau beri ni'mat, bukan jalan mereka yang engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

  • Bacaan ruku, i’tidal dan sujud yang penuh dengan pujian kepada Allah
Ruku: Subhaana rabbiyal azhim (3x) (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung)
I’tidal: Sami'allaahu liman hamidah. Rabaanaa walakal hamdu, Mil-ussamaawaati wa mil ul ardhi wa mil-umaa syi'ta min sya-in ba'du.  (Maha mendengar Allah akan pujian orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, untuk-Mu lah segala puji, Untuk-Mu lah segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki.)
Sujud: Subhaana rabbiyal a'la (3x) (Mahasuci Tuhanku Yang Maha Tinggi)

  • Duduk diantara dua sujud
Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa'afinii, wa'fu'annii. "Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, ber rizqilah aku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah segala kesalahanku"
Doa ini pun kita apnjatkan minimal 17 kali dalam sehari... doa yang sangat menyeimbangkan kehidupan di dunia dan akhirat...

  • Bacaan tahiyyat

At tahiyyaatu lillaah, wash shalawaatu waththayibaatu. Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu'alainaa wa'ala ibaadillahis shaalihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh.
"Semoga kehormatan untuk Allah, begitu pula segala do'a dan semua yang baik-baik. Salam sejahtera untukmu wahai para Nabi, dan rahmat Allah serta barakah-Nya. Salam sejahtera untuk kami dan untuk para hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya"



 Dan finaly.. seperti yang kesimpulan saya dari Prof. Quraish shiha, katanya.. sebenarnya kita sudah cukup shalat khusu' saja daripada banyak doa-doa berbahasa Arab yang tidak kita fahami sedikitpun... doa-doa sudah lengkap di dalam shalat, doa-doa untuk membing hidup moderat itulah Islam yang sesungguhnya karena kita manusia memang tercipta demikian... kita bukanlah malaikat yang tidak pernah melakukan dosa dan juga bukanlah iblis yang bisanya hanya membangkang... tidak berlebihan dalam mengejar dunia dan tidak pula dianjurkan ibadah ritual saja, ibadah sosial itu juga ladang amal...

Semoga bermanfaat kawand ^_^ Semoga kita juga selalu shalat setiap waktu, hati kita selalu shalat dalam keadaan tidak shalat... 
#mohon maaf referensi bacaan2 shalatnya masih pkei huruf latin :-D


Hepi Milad my beloved Sizta

Hari ini tepat tanggal 12-12-12 ulang tahun my beloved sizta...

Selamat ulang tahun ayuk Quh sayang...
semua doa yang baik-baik terhaturkan untukmu, n doa yang paling special adalah semoga Tuhan segera memastikan siapakah pangeran yang akan menjagamu selama-lamanya, menjadi imam dan menuntut menuju ridha-Nya, seseorang yang akan menjadi kakak iparku, seseorang yang akan menemanimu menghabiskan lebih dari separuh usiamu. kalau ayuk cepet nikah kan tinggal aku neh heu :D

selalu sayang kamu siz, walaupun kita sering berantem heu...
kamu adalah kakak terhebat yang aku punya, walaupun ada beberapa prinsip hidup kita yang sangat berbeda tapi Ci sebagai adik sangat menghargai itu dan tetap akan selalu berdoa all the best for you... dan please give the best for our family... Big Trusty for you siz...

Love you so much... kamu adalah bagian dari lembaran sayap-sayap Cie (^_^)

Jumat, 14 Oktober 2011

Hidup Adalah Belajar MENULIS

Menulislah... ingat satu kata perntah ini...
Ribuan makna tersimpan d dalamnya...
cukup sederhana.. menulislah... tulislah sejarah hidupmu seperti apa yang kamu mau, sejarah yang kelak akan dibaca oleh anak cucumu tentang mu hanya kamulah yang bisa menulisnya...

Kamis, 22 September 2011

Miss My wings

Pagi ini udara di Bandung terasa dingin kembali, membuat aku malas untuk beranjak pergi mandi, masih betah dengan laptop kesayangan dan lagu-lagu sendu yang menemaniku menghangatkan tubuh pagi ini, berpikir tentang langkah yang akan ku ambil mengenai kelanjutan kisah hidup yang akan aku tuliskan dalam coretan kehidupan ini..

cukup satu visi yang aku emban, aku ingin bahagia dan membahagiakan orang-orang disekitarku, langkah apapun yang aku pilih harus mengarah kepada visi hidup itu...
menuliskan rencana demi rencana dalam hidup aku dan berusaha dengan keras untuk mencapainya..
aku tidak tahu seberapa ideal mimpi-mimpi aku dan sebearapa besar usaha yang telah aku lakukan, tapi setidaknya saat ini aku merasa usaha yang aku lakukan sangat amad minimal.. tidak sesuai dengan impianku yang sangat menggebu-gebu, aku butuh penguat dengah segera ya Rabb!!! yang mampu menguatkanku kembali untuk meraih mimpi-mimpi itu...

aahhh berpikir tentang penguat yang mampu memberikan sayapnya untuk ku bisa terbang tinggi, rasanya cukup sulit menemukan seseorang yang benar-benar ikhlas memberikan kekuatannya... jadi kuputuskan untuk menguatkan diri sendiri..., entah sejauh mana kekautan akan terkumpul dan sejauh mana aku mampu membuktikan bahwa aku mampu terbang tanpa sayap-sayap bantuan dari orang lain...

Rabb hanya berharap padaMu, bahwa Engkau akan memberikan kekuatan, kemampuan dan kesempatan padaku untuk membangun sayap-sayap dan terbang tinggi... miss my wings...

Rabu, 25 Mei 2011

Mari Bermimpi.. Mimpi itu Gratis!!!

Sebelum menginjakkan kaki di Bandung aku bukanlah sang pemimpi sejati, aku hanyalah seorang perempuan yang mempunyai mimpi yang sangat sederhana yaitu kulya... dibangku MI, Mts dan Aliyah aku hanya bermimpi untuk merasakan bangku kulya, untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggti negeri, dan alahmdulillah tercapai, dari sebuah mimpi itu aku menjadi berpikir, betapa selama hidup aku dan ketika aku kecil sampai detik ini ternyata sudah banyak mimpi-mimpi yang aku dapatkan, tentunya tidak semua mimpi-mimpiku terwujud karena banyak mimpi yang tidak aku jaga, dan sekarang aku menjadi kesimpulan rule mimpi. Ketika kamu tetap menjaga mimpi-mimpi kamu, maka mimpi-mimpi itu masih ada harapan untuk terwujud.

Yaahh menjaga mimpi-mimpi, mimpi untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi selalu aku jaga sampai tiba saatnya mimpi itu terwujud.... Dan saat ini banyak mimpi-mimpi yang masih aku tancapkan di puncak impianku...

Ku tuliskan semua mimpiku bukan berarti ingin diketahui oleh banyak orang tapi aku hanya ingin menuliskan mimpi-mimpi itu dan berharap semua yang membaca akan bisa membantu dengan doa, bila ada celaan akan mimpi-mimpi ku yang mungkin bagi pembaca mustahil untuk bisa aku wujudkan, hemm aku ucapkan ribuan terimakasih, semoga saja celaan ataupun tatapan ketidakpercayaan itu bisa menjadi pembakar semangatku...

Mimpiku adalah mempunyai taman baca di desaku, taman baca yang di dalam terdapat banyak buku dari berbagai kajian ilmu, taman baca yang bisa membangkitkan rasa ingin tahu masyarakat di desaku, yaaahhhh sebuah taman baca dan Free untuk siapapun.

Mimpi yang kedua adalah aku ingin mendirikan sekolah berbasis Islam yang berkelas, yaahh sejenis yayasan seperti Al-Kautsar atau Al-Azhar.. bedanya, aku ingin yayasan ini adalah terusan dari sebuah MI dengan tanah yang cukup luas yang saat ini sudah tidak ada muridnya lagi bahkan sudah tidak ada pengajarnya lagi, bisa dikatakan sekolah itu saat ini seperti SD Muhamadiyah di Film Laskar Pelangi...
aku sangat ingin memajukan sekolah itu lagi, modalnya cukup menanamkan kepercayaan kepada masyarakat bahwa sekolah ini kelak akan memberikan masa depan yang cerah kepada anak-anaknya karena di desa terkadang tidak banyak orang bersekolah untuk mendapatkan pekerjaan lebih layak.

Akan tetapi mimpi saya bukan hanya sekedar anak-anak yang sekolah disana mendapatkan masa depan yang lebih cerah secara materi akan tetapi juga dalam jiwa dan hatinya yang kaya dengan nilai-nilai Islami.

Tidak mudah memang, tapii dengan tanah yang sudah ada dan cukup luas aku yakin suatu saat mimpi ini akan terwujud, untuk menanamkan kepercayaan kepada masyarakat maka sekolah tersbut harus mempunyai kualitas yang bagus, baik sarana maupun prasarana dan tenaga pengajarnya. Sedangkan untuk memiliki sekolah yang bagus tersbut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. OK.. aku sangat menyadari itu, maka aku harus menjadi orang kaya, aku harus kaya, harus kaya, harus membangun link kepada pemerintahan setempat, harus menggalakkan betapa kuatnya kebersamaan dan ukhuwah islam melalui wakaf, aku tidak ingin pembangunan sekolah ini meminta-minta dijalan, aku ingin masyarakat sadar bahwa pendidikan Islam sangat penting dan perlu dijaga.

Bagaimana mungkin tidak MI, dan MA di desa yang saat ini sudah dapat dikatakan cukup maju, bagaimana mungkin Mts di desa ini memiliki kualitas yang bisa digolongkan rendah, Islam itu mulia dan sekolah-sekolah Islam itu harus berkualitas.

Itu mimpi terbesar dalam hidupku, membangun sekolah.

Mimpi yang lainnya, hemm mengajak kedua orang tuaku ke pergi haji bersama ayu dan keluarga juga, adek-adek dan juga suamiku dan keluarga mertuaku...
hahayyy bahagianya...

Mimpi yang lain aku bisa mengelilingin Indonesia, hemm setidaknya bisa mendatangi tempat-tempat yang bersejarah dari sabang sampai merauke..

kemudian mimpi yang lainnya, go to Paris, USA, hemm timur tengah pastinyaa... :)
memaikan salju, menikmati gugurnya daun mepeul, menikmati musim semi bunga sakura dan tentunya ini benar-benar nyata bukan hanya dalam mimpi dalam tidur...

Tuhan aku yakin dari sekian banyak mimpi-mimpi itu akan terkabul semua. Amiin
aku yakin mimpi ku akan selalu aku jaga dan usahakan, peluklah mimpi-mimpi ku dan jagalah aku.. AMiiiin

Jumat, 20 Mei 2011

BaBe... Pahamilah ini pilihanku

Hari itu aku masih sangat ingin meyakinkan Babe (red: deson pembinmbing akademik Quh) mengenai judul skripsi dan penelitian yang akan aku ambil, aku memutuskan untuk studi pemikiran tokoh saja, OK Babe setuju.. Fine2 ajj, tetapi ketika Babe tau tokoh yang mau aku teliti adalah sang Guru Bangsa Ki Hajar Dewantara, beliau mengatakan kenapa g tokoh Islam ajj jangan tokoh Nasional... OMG Babe aku suka tokoh tersebut, aku sudah jatuh cinta, tadinya mau Gus Dur tapiii Gus Dur cukup sulit untuk menghubungkan pemikiran beliau kedunia pendidikan, Hemm tadinya pilihan yang lain Imam Zarkasyi salah tiga serangkai yang mendirikan Pondok Pesantren Darussalam Gontor... tapii sayaang buku pamongnya g ada....
Babe tolong pahamilah keinginan anak didikmu inih.... OK pemikiran Ki Hajar Dewantara lebih kepada pembentukan warga negara yang Nasionalis dan berkarakter Pancasilais... sedangkan Karakter Islami dibangun dari akhlakul karimah bukan ideologi pancasila... OK... saya mengerti Babe.. tapiii bukankah seorang muslim yang baik dia haruslah menjadi warga negara yang baik yang nasionalis dan pancasilais... ???
Babe... pahamilah mau ku... Tut Wuri Handayani sampai sekarang masih menjadi slogan di Departemen Pendidikan kita.. bukankah ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia masih sangat terpengaruh oleh pemikiran Ki Hajar Dewantara...
Babe... Ingin ku menjelaskan semua ini, tapiii kesempatan itu belum ada.... aahh Babe andai engkau membaca coretan ini...

#gamang.com__dosen yang bukan PA mendukung judul skripsiku tapii Babe sendiri mempunyai pemikiran yang beda... Hahay akan aku yakinkan dirimu be...

Bersyukur namaku Oci Melisa Depiyanti

Pertama kali aku menginjakkan kaki ke sakolahku MAN 1 Bandar Lampung aku berkenalan dengan seorang perempuan manis, ku perkenalakan diriku “namaku Oci Melisa Depiyanti, penggil aj Oci”, kemudian dia membalas jabatan tanganku dengan senyum manisnya “aku Ruri, nama lengkapku Ruri Retno”

Hemm tidak terbayangkan olehku teman pertama yang aku kenal di sekolah baruku mempunyai nama manis semanis si empunya akan tetapiiii gubrak ada sesuatu yang mengganjal, bagaimana aku bisa memanggilnya.. siapa tadi namanya “RURI” ohh Tuhan... kenapa harus banyak  sekali huruf “R” di dalam namanya...

Dari sana aku berfikir andai nama dia adalah namaku betapa sulitnya aku untuk memperkenalkan namaku... syukur namaku bukan Ruri Retno tapii namaku Oci Melisa Depiyanti...

andai benar namaku penuh dengan huruf “R” aku harus tetap bersyukur karena aku masih bisa berbicara dan masih bisa berkomunikasi dengan baik...

Banyak hal yang bisa membuat kita bersyukur---->> sebuah nama bukan hanya doa, mungkin orang tuaku tau kali yaaa kalau diriku akan terlahir cadel [[tak apeu2 ahh lucu koQ... hahayyy]]....

Kamis, 19 Mei 2011

Rukum Iman Cukup SATU sajalaaah!!!

Selama ini kita [yang tidak mau ikut kita silahkan kaburr] mengakui bahwa rukun iman itu ada 6

  1. Iman Kepada Allah
  2. Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah
  3. Iman Kepada Rasul-Rasul Allan
  4. Iman Kepada Kitab-Kitab Allah
  5. Iman Kepada Hari akhir, dan
  6. Iman Kepada Qahda dan Qadar
Pernhakah Alquran benar-benar dengan gamblang menjelsakan bahwa rukun iman itu ada 6???
Bukan kah kita juga wajib mengimani adanya Isra' Mi'raj? kita juga wajib mengimani adanya jin, syurga, Neraka dan masih banyak lagi yang tidak dincatumkan dalam ke-6 rukun di atas...

OK!!! kita terima sajah rukun Iman yang telah ditetapkan tersebut.. tetapi salahkan jika saya mengatakan bahwa rukun Iman itu pada dasarnya cuma Satu!! sudahlah g usah buanyak-banyak.... Satu sajah.. yaaa yaaa... mau,mau,mau...?

Hemm Cukup satu.. IMAN KEPADA RAsul-rasul Allah... maka disinilah inti utama dari orang yang harus kita percayai.. yakni orangnya harus Al-Amin...

coba deh kita pikir.. dari mana kita tahu kalau kita harus percaya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dari mana kita tahu bahwa kita wajib percaya dengan adanya malaikat yang menjadi perantara antara Tuhan dan kita dan menjadi penyembah Tuhan yang paling taat, terus darimana juga kita tahu bahwa kita harus percaya ada syurga. ada neraka, ada hari kiamat dan adanya Qhada dan Qadar... dari Uztad? dari Guru?

OkayLah.. dari para tokoh2 yang luar biasa, terus mereka tahu dari kitab yang dinamakan Al-Quran.. yang diturunkan Tuhan yakni Allah SWT.. dengan perantara Malaikat JIbril dan kitab ini berbahasa Arab...

Jadi yang pertama kali harus dipercaya Apa atau siapa???
OK mungkin ada yang menjwab yaa Allah lah yang harus pertaman kali diyakini.. tapii ingat kita tahu bahwa Tuhan kita Allah dari mana? hemm dari Al-Quran, terus orang2 sebelum kita mendapati Al-Quran dari orang yang bergelar al-Amin....

Kitab Al-Qurannya kah atau isi yang ada dalam Al-Quran tersebut.. 

Hemm saya siih lebih memilih untuk percaya dulu kepada dengan sang penerima kitab suci tersebut yakni Muhammad SAW....

Andai saja ia tidak digelari sang Al-Amin dan tidak memiliki sifat Amanah, Shidiq, Tabligh dan Fathonah.. sangat sulit percaya bahwa ajaran yang ia bawa (Iman kepada Allah dll nya)....

Jadii menurut saya cukup satu.. bagaimana??? hemm besok2 saya mungkin akan berubah pikiran dan menyatakan bahwa rukun Imam itu lebh dari Enam....


Nyantai gan.... jangan esmosi yaaa saya tidak bermaksud mengacak2 rukum Iman kita, hanya memberikan sedikit pemikiran kreatif heuheu... ^^ 

^^A-N-E-H^^

Pernah berfikir anda memiliki teman-teman terbaik...?

Hemm buat anda yang mungkiin tidak memiliki teman terbaik mungkin anda memiliki kakak atau adik, sepupu atau siapalah yang dekat dengan anda dan anda sayang dengan dia....

disinilah kita bisa mengungkap satu keanehan dari sifat manusia yang sangat manusiawi sekali.. jangan pernah mengaku anda tidak pernah mengalami sifat seperti ini [[anda sudah di cap pembohong]]

Terinspirasi dari film 3 idiots [[hahay film Lagiii ketahuan deh kalao W suka nonton]]

Ranchodas canchad yang diperankan oleh Amir Khan yang memiliki sahabat bernama Raju Rastologi dan Farhan...
Hemm tiba waktu pengumuman ujian, Hemmm Farhan dan Raju mendapati mereka berada di posisi terakhir tapiiii Sssssssssssstttttttttt mereka tidak menemukan anam Ranchodas Canchad Hemmm sedih pastinya ketika teman kita tidak lulus dan kita lulus...

Bagaimana dengan anda apakah anda merasa sedih ketika teman anda, saudara anda tidak lulus dalam suatu ujian yang sama dengan anda sedangkan anda lulus.... [[sedih bukan... aaahhhh sudah manusiawi]]]

Tapiiii tunggu dulu...
apa yang terjadi ...
Upzzz Ternyata Rancho Lulus... dan namanya berada di urutan pertama yang itu berarti dia adalah peringkat pertama...
Wooowww apa yang terjadi dengan Raju dan Farhan....

Hemm kalau anda berada di posisi mereka bagaimana...??? Bahagiakah??? [[ hemm sudah menjadi sifat yang manusiawi ketika teman dekat atau saudara kita sukses kita merasa bahagia...]]

Tapii kalau kesuksesanya melebihi kita bagaimana???
Inilah anehnya sifat manusia... [[yang tadi sudah saya katakan menjangkiti hampir 99% umat manusia di dunia]]
ternyata kesedihan jauh lebih besar ketika tahu bahwa Rancho adalah yang terbaik dari pada kesedihan ketika tahu bahwa Rancho tidak lulus...

hemm apakah mereka dikatakan teman yang tidak baik???
aaahh tidak juga...
yaaahh begitulah sifat aneh manusia...
g usah munafik... saya sendiri yang memperhatikan prolog dari film itu merasa sangat tersentil... OMG ternyata selama ini terkadang rival kita adalah teman kita sendiri...

Hemm pernah baca Novel Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna... bagaimana pertemanan Alif dan Randai???
ceritanya tidak jauh berbeda...

over all...
menurut saya sih wajar2 sajah kalau kita "iri" ketika teman kita mendapatkan yang "terbaik" [dalam pandangan kita red: belum tentu yang mendapatkan berpikiran yang sama]
tetapii untuk hal yang positif (prestasi, kebaikan )  it's O.K

Tapii untuk hal yang Lainya yang mendekati hal-hal yang negatif???
CUKUP,,, harus kita kendalikan sifat manusiawi tersebut...

Jangan Menulis. . . .

Jangan menulis jika kau ingin dilupakan...
Jangan menulis jika kau ingin tidak dikenang...
Jangan menulis jika kau ingin hidup bagai debu di udara...
Jangan menulis jika kau ingin membiarkan semua kenangan lenyap begitu saja...

Jangan menulis...
Jangan menulis...
dan berdiam dirilah dalam kekakuanmu...
Jangan lakukan apapun sampai semua orang akan melakukan semuanya untuk mu...
Ooooo masih beruntung masih ada orang yang akan melakukan sesuatu untukmu.. mengantarkanmu ke tempat istirahat terakhirmu dan mulai melupakanmu dari detik itu juga.....
HoHoHoHo Jangan menulis!!!

Sabtu, 14 Mei 2011

MIMPI VS ANGAN2


Apa itu mimpi?
Apa itu Angan2?

Pernahkan anda bermimpi kawand....?
Hemm tentu saja pernah dalam tidur....

Upzz... bukan.. bukan mimpi yang seperti itu yang akan kita bicarakan disini...

Mimpi Vs Angan2.... Hemm samakah ? atau berbeda? atau berbeda tapi serupa?

Mimpii adalah keinginan besar yang ingin dicapai
Angan2 sesuatu yang diharapkan terjadi...

Hemm Mari bermimpi dan jangan biarkan ia hanya menjadi angan2...

kekuatan dari mimpi membuat kita sanggup melawan segala tantangan hidup...
pernahkan kita berpikir...

bila saja Wright Brothers (Orville Wright dan Wilbur Wright) tidak bermimpi bisa terbang mungkin dengan izin Allah kita tidak akan bisa melihat pesawat...

Seseorang bermimpi ingin mendengarkan suara seseorang yang berbeda tempat, apakah ini mimpi atau angan2 semata...?
Alexander Graham Bell yang tuli telah membuktikannya bahwa ini adalah sebuah mimpi yang pasti bisa diwujudkan,, walaupun ia Tuli ia dapat mewujudkan mimpinyaaa

Seandainya saja umat Islam waktu itu tidak melanjutkan mimpi-mimpi Rasul yang mengatakan bahwa Islam akan mampu mengalahkan Romawi mungkin Islam tetap saja berkembang di tanah Arab..

Seandainya saja seorang Ikal (Sang Pemimpi-Laskar Pelangi) tidak pernah bermimpi untuk ke Paris Perancis ia tidak akan pernah menginjakkan kakinya di Perancis

Seandainya saja Alif Fikri (Negeri 5 Menara) tidak bermimpi ke Amerika mungkin ia tidak akan pernah mendapatkan beasiswa ke Amerika dan bertemu dengan orang2 perancis di Quebeq...

Seandainya saja Panda yang lucu dan sedikit pemalas (Kungfu Panda) tidak bermimpi menjadi d'hero, mungkin ia tetap akan menjadi penjual mie...

Seandainya saja Ranco ( 3 idiots) tidak bermimpi menjadi engineer mungkin ia tidak akan bisa menjadi ilmuan yang berhasil dan mampu memotivasi teman2nya..

Seandainya saja si emak (mak pengen naik haji) tidak bermimpi untuk pergi haji mungkin ia selamanya tidak akan pergi haji karena ekonomi yang tidak memungkinkan...

Seandainya saja (heu ci lupaaa namanya... FTV tukang bubur naik haji) tidak bermimpi naik haji mungkin ia tidak akan mendapatkan hadiah mobil mewah yang membuat dia mampu pergi haji bahkan membiayai haji orang2 di sekitarnya...

Seandainya seorang Oci melisa Depiyanti tidak bermimpi untuk kulya mungkin sampai detik ini Seorang oci berada di sebuah kampung halaman dan berdiam diri tanpan tahu betapa banyak waktu berharga yang ia sia-siakan...


Seandainya kawand2 semua tidak bermimpi.. maka mau kemana akan dibawa hidup kita ini...
Bermimpi besarlah...!!! itu nasihat seseorang untukku...
Hidup berawal dari mimpi :)

"Jadilah orang besar maka kesuksesan akan menyertaimu..."(3 Idiots)

JADI MIMPI dan ANGAN2 itu beda yaaaa :D

Andai Aku Orang NII


Masih ingatkah dengan tulisan yang sarat makna dari Bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara yang berjudul “Andai aku orang Belanda”...
Berangkat dari gaya penulisan beliau yang sangat luar biasa saya mencoba merangkai kata demi kata menjadi kalimat yang semoga saja bisa bermakna walaupun masih amatiran... Semoga :)

Andai aku Orang NII

andai aku orang NII, aku akan mencari tau sampai ke akar-akarnya filsafat dan landasan kenapa harus didirikan NII di bumi pertiwi ini...

andai aku orang NII, aku akan membaca sejarah perjuangan Kartosoewiryo dan mempelajari bagaimana cara dan keinginannya menerapkan nilai-nilai Islam di bumi pertiwi ini...

andai aku orang NII, aku akan bertanya siapakah yang layak menjadi pemimpin jika NII telah berdiri di bumi pertiwi ini?

Andai aku orang NII, aku akan belajar dari sejarah pendirian Madinah yang tadinya disebut Yastrib, sejarah mencatat di madinah tidak hanya hidup orang-orang Islam akan tetapi juga ada orang-orang Nasrani dan Yahudi.. ((Looo koq tapi disana bisa damaii dan saling menghargai bukan saling mengkafirkan))

Andai aku orang NII, aku akan belajar dari tauladan Nabi Muhammad bagaimana cara ia menyampaikan risalahnya...


andai aku orang NII, sungguh aku akan MALU...

Sungguh aku akan malu sebagai orang NII jika aku memusuhi dan mengkafirkan saudara-saudaraku bahkan kedua orang tuaku yang sama-sama denganku mengakui hanya Allah sebagai Tuhan dan Muhammad Rasulullah,

Sungguh aku akan malu sebagai orang NII jika untuk bersedekah dan berinfak atau apapun itu namanya aku harus menghalalkan cara-cara yang jelas dilarang oleh Al-Quran seperti mencuri,

Sungguh aku akan malu sebagai orang NII jika untuk menerapkan nilai-nilai Islam aku harus melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad,

Sungguh aku akan malu sebagai orang NII jika keberadaanku ternyata hanyalah dijadikan sebagai tangga untuk menuju kekuasaan oleh berbagai pihak,

Sungguh aku akan malu sebagai orang NII jika keberadaanku ternyata bisa membuat agama yang saat ini aku junjung tinggi malah menjadi sebuah usaha untuk membusukkan Islam dan umatnya di Indonesia...

SAYANGNYA...

"aku bukanlah orang NII sehingga aku hanya bisa melihat dari kaca mata gelapku tentang keberadaan Negara Islam Indonesia..."

Rabu, 20 April 2011

Aku tidak mau menunggu!!!



Wahai kebahagian...
aku tak pernah mau menunggumu datang menghampiriku...
aku tak pernah mau menunggumu untuk memberikan senyuman indah diwajahku...
aku tak pernah mau menunggumu untuk menghapus semua duka dan air mataku...

Wahai kebahagian...
mulai detik ini aku telah memutuskan...
tak akan pernah mau menunggumu...

tetapi aku akan menyambut kedatanganmu...

Wahai kebahagian...
ingatkan aku dikala aku mulai mengeluh akan ketidaktahuanku tentang keberadaanmu didekatku,
Wahai kebahagian...
ingatkan aku dikala aku mulai lupa akan keberadaanmu dalam setiap detik dikehidupan,
Wahai kebahagian...
ingatkan aku!, ingatkan aku!..... terkadang sedikit kesedihan mampu menghapus semua kebahagiaan

Wahai kebahagian...
aku akan selalu menyambut kehadiranmu...
Wahai kebahagian...
aku bahagia...
aku bahagia...

aku Harus bahagia..
karena bahagia dan sedih adalah pilihan...
Luka akan bertahan selama aku mempertahankannya...
Sedih akan bertahan selama aku membiarkannya...
aku memilih bahagia dan tidak akan pernah mempertahankan luka dan sedih bertahan lama...
aku memilih bahagia...
karena bahagia untuk memilih bahagia...

Selasa, 19 April 2011

Menjadi Pahlawan tidak harus matiii.... LOo KoQ...???

Kalau mengingat kata tiga serangkai yang terbenak dalam pikiran kita adalah tokoh nasional Ki Hajar, Dr Cipto dan satu lagii saya lupa... he
akan tetapi tiga serangkai yang dimaksud disini adalah tiga pejuang Islam yang gugur dalam perang 'Muktah' perang pertama antara Islam dengan Romawi. Pahlawan tiga serangkai itu adalah Zaid bin Haritsah, Ja'far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawalah.

Perang Muktah tidak dengan begitu saja terjadi karena keinginan orang Islam berperang, akan tetapi perang menjadi keputusan Nabi karena pihak Romawi telah melecehkan utusan Nabi yakni Haritsah yang ditugaskan Nabi untuk menyampaikan surat kepada penguasa Romawi. Berdasarkan peraturan bahwa dilarang menyakiti utusan.

Untuk menunjukkan eksistensi Islam Nabi mengirim pasukan ke Muktah, Nabi Muhammad bersabda: "Apabila Zaid gugur, Ja'far bin Abu Thalib menggantikannya, apabila Ja'far gugur Abdullah bin Rawalah yang menggantikannya"

Perang di Muktah tidaklah mudah, karena pasukan Romawi ternyata telah menyiapkan seluruh bala tentara lengkap dengan persenjataan sebanyak 200.000 sedangkan Islam hanya 300 orang.

Berkaca dari Perang Badr bukan mustahil Islam bisa menang, saat itu Islam 300 orang dan kaum Quraisy 1000 orang

Dengan tetap semangat kaum muslimin pantang mundur walaupun di depan mata musuh tidak seimbang, akan tetapi semangat jihad dari kaum muslimin tidak cukup mampu mengalahkan pasukan Romawi banyak yang berguguran, panglima perang Zaid sahid terlebih dahulu kemudian dengan sigap Ja'far mengambil panji Islam dan menggantikan posisinya, kemudian pasukan Romawi mengepung Ja'far sehingga iapun ikut menyusul Zaid, akan tetapi semangat Islam masih kuat, Panji Islam di pegang kembali oleh Abdullah bin Rawalah yang menggatikan Ja'far...

Semangat Rawalah kian memudar, akan tetapi ketika ia mengingat dua sahabatnya telah bertemu dengan sang Pencipta maka kerinduan dihatinya pun mampu membunuh ketakutan akan kematian. 

namun, pada akhirnya Rawalah pun syahid dalam peperangan tersebut, pasukan Islam yang sudah kehilangan pemimpinnya menjadi ricuh,maka hadirlah Khlaid bin Walid yang selama ini dikenal sebagai mush Islam yang pandai dalam strategi perang, ia baru saja masuk Islam. Pasukan Islam dengan mudah percaya dengan kepemimpinannya...

Dibawah kepemimpinan Sang Saifullah (pedang Allah julukan Khalid) pasukan muslim  tetap berusaha melawan...

akan tetapi perbandingan yang sangat tidak sepadan membuat pasukan Islam semakin lemah, walaupun sudah banyak pasuka Romawi yang terbunuh jumlah mereka masih terlalu besar.

Melihat kondisi yang seperti itu, Khalid melancarkan beberapa strategi jitunya, cukup berhasil akan tetapi jumlah pasukan Romawi yang seperti saya katakan terlalu besar masih belum menampakkan akan kalah.

dan pada akhirnya Khalid memutuskan untuk mundur, banyak pertentangan atas keputusan ini, karena sebagian prajurit merasa sudah siap berperang habis-habisan sampai tetes darah terakhir. Khalid berpadangan lain bukannya ia takut mati dan tidak menghargai kesyahidan sahabat-sahabat yang telah pergi akan tetapi jika perang dilanjutkan dan semua pasukan Islam gugur dalam peperangan tersebut maka keselamatan kaum Islam dan Nabi di Madinah akan terancam...

Lebih lanjut dalam kisah itu Khalid menyatakan bahwa kematian bukanlah hal utama, tetapi kita datang untuk menang dan syahid adalah bonusnya...tidak perlu mati konyol untuk melawan musuh yang sudah jelas tidak akan dapat kita kalahkan... Kita pulang dan menyusun kekuatan yang lebih tangguh.

Hemmm banyak pro dan kontra atas keptusan Khalid... bagaimana dengan anda... jika saat itu anda yang menjadi Khalid apakah harus melanjutkan peperangan sampai darah penghabisan atau mundur dengan terhormat???

Menurut saya keputusan Khalid sudah sangat tepat, menghargai nyawa yang masih hidup lebih baik daripada melanjutkan peperangan yang sudah dapat dipastikan akan kalah total, menjadi pahlawan tidak harus mati dan syahid... how about u readers....???


Selasa, 23 November 2010

“UNTITLE”

“Kisah Aku dan huruf –R-“

Pernahkah anda merasa sendiri dalam keramaian?

Pernahkah anda merasa tidak di anggap oleh orang-orang dilingkungan sekitar anda?

Pernahkah anda dihina, dipandang sebelah mata karena kelemahan dan kekurangan yang anda miliki?

Pernahkah anda bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain bisa lakukan tetapi anda tidak punya keberanian untuk melakukannya?

Pernahkah anda kehilangan momentum emas hanya gara-gara rasa ketakutan anda akan pandangan orang-orang terhadap anda?

PERNAH dan sangat sering
Itu jawabanku, tapi itu DULU, itu doeloe dan tidak untuk sekarang tidak akan ada sakit hati lagi untuk mereka karena pandangan aneh dan senyuman sindiran dan tidak akan pernah ada lagi pengabaian momentum emas setelah aku membaca buku-buku dari Pro-U media. Bagaimana dengan anda???

Inilah kisahku kawaaand, kisah dimana aku bisa bangkit dari keterpurukanku, kisah dimana aku bisa mengubah hari gelapku menjadi lebih berwarna, kisah dimana air mata ku ubah menjadi senyuman, kisah dimana hinaan berbalik menjadi pujian, kisah yang ku harapkan juga mampu membangkitkan pembaca dari keterpurukan, mampu mengubah hari yang gelap menjadi lebih berwarna, mampu mengubah air mata menjadi senyuman dan mampu membalikkan hinaan menjadi pujian.

Tiga tahun yang lalu aku masih seorang siswi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 1 Bandar Lampung jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), pada dasarnya aku lebih menyukai ilmu-ilmu sosial dibandingkan ilmu-ilmu alam, karena menurutku ilmu-ilmu sosial akan lebih banyak bermanfaat ketika nanti aku terjun ke masyarakat, tetapi karena suatu kekurangku aku memutuskan untuk belajar giat agar aku masuk jurusan IPA dan terbukti akhirnya aku dimasukkan kedalam jurusan IPA karena menurut hasil pemilihan dari pihak sekolah nilai-nilaiku memang pantas masuk dalam kelas IPA, sebenarnya dibalik itu semua ada alasan tersendiri mengapa aku ingin masuk jurusan IPA, alasannya karena aku tidak dapat fasih menyebutkan salah satu huruf dari 26 huruf-huruf alfabet, yaitu huruf “R”, mungkin itu alasan yang terlalu dibuat-buat tapi benar adanya aku dulu sangat menghindari berbicara didepan umum, aku dulu sangat menghindari bertanya pada guru atau menjawab perntanyaan rebutan dari guru walaupun aku yakin aku sangat bisa untuk melakukan itu. Aku memilih IPA karena aku meyakini di jurusan IPA etensitas berbicara di depan kelas dan berdiskusi membahas topik-topik kemasyarkatan lebih sedikit karena IPA lebih banyak hitung-menghitung dan praktek-praktek, dan pilihanku untuk sementara sangat tepat dan aku aman. Aku memang juga menyukai pelajaran-pelajaran IPA dan aku menikmati sekolahku sebagai siswi jurusan IPA. Yeeessss!!! Aku aman karena aku bisa menghindari etensitas ku untuk berbicara di depan umum.
Pada semester akhir kelas tiga, aku dan teman-temanku dari berbagai jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), jurusan Bahasa dan ada juga jurusan PAI (Pengetahuan Agama Islam), kami sibuk membicarakan mau kemana setelah lulus sekolah, membicarakan mau kuliah ngambil jurusan apa dan mau di kampus apa dan dimana. 

Berbagai tawaran dari PTN (Perguruan Tinggi Negeri) mulai berdatangan di sekolah ku, mulai dari jalur prestasi tanpa tes atau melalui UM (Ujian Masuk), tawaran datang dari berbagai PTN termasuk UPI (Universitas Pendidikan Pendidikan) Bandung.

Dari sekian banyak PTN yang keren-keren seperti UNPAD, ITB, IPB, UGM, UI, UNY, UNJ, UIN Yogyakarta, UIN Jakarta dan banyak PTN lain-lainnya, tidak ada yang menarik bagiku. Aku masih membulatkan tekad akan masuk PTN melalui tes SNMPTN (Saringan Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan aku juga masih sangat bersemangat untuk mengikuti tes STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negeri), tetapi ada seorang guru yang menganjurkanku untuk mengikuti jalur masuk PTN melalui jalur prestasi tanpa tes di UPI Bandung, aku mulai berpikir untuk mengikutinya karena kata keluargaku besarku perempuan itu lebih baik jika menjadi pendidik dan UPI adalah Universitas Pendidikan satu-satunya di Indonesia. Menurut keluargaku pendidik seperti guru sangat bermanfaat untuk kehidupanku kelak ketika aku telah berumah tangga. Baiklah aku turuti saja karena aku tidak mau membantah mereka karena dengan jerih payah merekalah aku bisa bertahan mencari ilmu sampai detik ini. Aku memutuskan untuk ikut atau tidaknya dengan shalat istikharah dan Allah menggerakkan hatiku lalu kuputuskan untuk mengikutinya dan ternyata dari sekian banyak jurusan yang ditawarkan oleh UPI aku tertarik untuk memilih juruan Pendidikan Bahsa Inggris tetapi sudah ada teman sekelasku yang memilihnya jadi disarankan oleh guruku agar aku memilih jurusan lain. Huuuuffff bingung dan sudah ada keinginanku untuk batal mengikuti jalur ini, tetapi Allah berkehendak lain tidak tahu kenapa aku memilih jurusan IPAI (Ilmu Pendidikan Agama Islam) woooowww jurusan ini terlihat aneh bagiku, biasanya IPAI hanya ditemui di UIN (Universitas Islam Negeri) keanehan itulah yang membuat aku penasaran apa bedanya IPAI dikampus yang notebenenya umum dengan yang berlabel agama. Setelah selesai mengurusi tes tersebut aku seperti benar-benar lupa dan memfokuskan diri mengikuti TO (Try Out) tes STAN dan TO SNMPTN serta menyiapkan alat tempur untuk UN (Ujian Nasional). Aku benar-benar tidak pernah mengharapkan diterima karena aku memang sebenarnya tidak berminat menjadi seorang guru.

Beberapa minggu setelah Ujian Nasional pengumuman dari pihak UPI Bandung dipublikasikan melalui internet dan dengan segera teman-temanku yang juga ikut jalur masuk di UPI membuka situs itu dan ternyata menurut info yang kudengar hanya empat orang yang masuk UPI dari seluruh siswa-siswi di Lampung dan sekolah kami mendapatkan dua jatah siswa. Hmmmmm masih tak kuhiraukan informasi itu karena aku tidak pernah berharap masuk UPI. Dan ternyata aku mendapatkan kabar dari salah satu temanku yang lolos bahwa aku juga lolos dari saringan itu sama seperti dia. Taukah anda apa yang terjadi denganku? Bukan pujian yang aku dapatkan (walapun memang aku tak butuh itu karena saat itu tidak ada rasa bahagia ketika aku tahu kalau aku lolos), bukan juga ucapan selamat yang aku dapatkan, bahkan seorang guru yang sangat dekat dengan akupun merasa kecewa dengan keputusanku mengambil jurusan IPAI, teman-temanku kebanyakan mengucapkan selamat dengan nada-nada sindiran “pantas sajalah masuk, ngambil jurusan agama di PTN umum, lagian sekolah kita juga berlabel agama itu kan juga nilai plus selamat yaaa”, ada juga yang bilang “wahhh selamat yaaa calon uztadzah” dan ada yang lebih menyakitkan “wahh kamu sesat tuh jurusan IPA masuk IPAI seharusnya dari awal kamu masuk jurusan PAI kamu g mikir gituh??” (orang itu benar-benar tidak mikir atau dia lupa di sekolahku itu kan jurusan PAI hanya untuk siswa yang tinggal di asrama sekolah). Aku berpikir apa salahnya jurusan IPAI malah kereeen ilmu dunia akhirat heuheu, melalui IPAI akan banyak peluang untuk berdakwah... betul tidak?.

Setelah surat resmi dari pihak UPI sampai kerumahku, orang tuaku sangat senang dan mereka sangat mendukung aku untuk kuliah di Bandung, mereka percaya aku bisa menjaga diri dengan baik di Bandung dan Bapakku meyakini bahwa ini adalah jalan Tuhan untuk mendekatkan aku dengan keluarga besar Bapakku yang berasal dari Ciamis walapun masih jauh dari Bandung setidaknya bapakku mengatakan aku harus belajar dengan orang-orang sunda karena ada darah sunda mengalir dalam tubuhku.

Pikiranku semakin berkecamuk deadline keputusan dari UPI untuk melakukan registrasi kepastian semakin dekat dan Bismillah aku akhirnya memutuskan untuk mengambil kesempatan ini, mengorbankan mimpiku untuk ikut SNMPTN karena waktu tes SNMPTN bertabrakan dengan waktu registrasi, ini berarti aku mengorbankan kesempatan untuk bisa kuliah bareng dengan seseorang yang lima tahun lebih tua dariku, seorang yang sangat baik dan tidak pernah membantah ibunya, selama setahun lebih aku mengenalnya dia tidak pernah marah, ia seseorang yang sangat menghormati aku dengan menjaga prinsip-prinsipku dalam berhubungan. Dia termotivasi untuk kuliah lagi karena aku (heuheue... ada sedikit cerita percintaan disini), kawand itu artinya aku harus merelakan hubungan yang sudah terjalin selama setahun lebih. Berat memang karena aku terpaksa mengingkari janji untuk tidak akan kuliah jauh dari kampung halamanku. Tapi sekali lagi inilah pilihan hidup dan Bismillah ini yang terbaik karena belum tentu yang baik dalam pandanganku itu baik menurut Allah.

Wahh wahhh sepertinya kisah ini terlihat baik-baik saja bukan?, sangat biasa, tidak ada kisah inspiratifnya, hahaha jangan kecewa dulu penonton, apakah sekarang anda mulai bosan?, mungkin iya, tapi mohon bertahanlah untuk sejenak meluangkan waktu membaca kisah ini kawaand. Permasalahan kuliah jauh dari kampung halaman dan salah memilih jurusan mungkin itu hal yang lumrah tapii kawan permasalahannya bukan disana, masalah jurusan dan penghinaan dari teman-teman aku bisa menerima, karena setelah masuk di UPI ketua Prodi (Program Studi) IPAI menyatakan bahwa kami adalah mahasiwa yang terpilih dari > 600 mahasiswa yang memilih jurusan IPAI hanya 60 orang yang diterima. Kemudian masalah harus jauh dari kampung halamanpun aku bisa menerima karena orang-orang sumatera telah terbiasa menjadi perantau, dan hubungan aku pun masih terlihat baik-baik saja karena kecanggihan alat komukasi yang sangat membantu kami, tetapi masalah mulai muncul ketika awal-awal aku memasuki bangku perkuliahan dan menjadi seorang mahasiswi. Tidak pernah terpikirkan olehku bahwa seorang mahasiwa itu ternyata harus mampu berbicara di depan kelas, harus mempresentasikan makalah-makalah dan harus aktif berdiskusi dan jurusan pendidikan yang aku pilih IPAI mengharuskan kita untuk aktif berbicara di depan umum entah kelak sebagai guru atau apapun itu yang jelas mahasiswa itu harus bisa tampil berbicara di depan umum setidaknya untuk sekarang hanya di lingkup kelas... (huuffff ternyata pilihanku untuk kuliah seperti masuk ke lubang buaya www.lebay.com)

Awal-awal perkuliahan meskipun cukup sulit aku merasa semuanya masih bisa dikendalikan aku masih bisa mengikuti perkuliahan dengan baik. Tiba saat akhir semester pertama berbagai masalah menerpa keluargaku dan juga ada masalah dengan hubunganku yang telah sedikit aku singgung sebelumnya, di tambah lagi puncaknya ada mata kuliah Basic Life Skill, aneh memang jurusan IPAI ada mata kuliah seperti itu, sekali lagi itulah uniknya IPAI di UPI yang ingin mencetak mahasiswa-mahasiwa yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama tetapi juga mencetak mahasiswa yang agamis dengan mental yang kuat. Salah satu materi dari mata kuliah tersebut adalah communication Skill. waaaaaah bagai petir di siang bolong, ujiannya adalah membuat materi untuk pidato atau ceramah dan dipraktekan di depan kelas di depan sekitar 56 mahasiwa, yaaah hanya didepan teman-teman sekelas tetapi ini menjadi pukulan berat untukku, lebih parah dari bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hirosima. Dengan masalah-masalah yang saat ini menimpaku aku harus mengasah mentalku yang saat ini sudah terlanjur aku manjakan dengan menghindarinya, aku harus membangunkan mentalku yang sudah terlanjur aku nina bobokan, menyembunyikan kelemahanku dengan diam, tahukah anda?? Jika ada keharusan (benar-benar tidak dapat dihindari) berbicara di depan aku selalu berusaha untuk menghindari huruf “R” misalnya ketika aku ingin menyebutkan kata “agar” aku lebih memilih kata “supaya” karena itu lebih aman, ketika diharuskan berbicara di depan umum otakku bekerja lebih keras memilih-milih kata yang tidak ada huruf “R” nya tetapi mempunyai makna yang sama dengan kata yang akan aku ucapkan.

Aku sadar banyak senyuman yang aneh ketika aku berbicara di depan, yang aku pahami senyuman itu bernada hinaan, simpati yang tidak pada tempatnya dan berbagai negatif thingking lainnya aku tafsirkan dari senyuman-senyuman mereka yang sangat tidak aku sukai, terkadang ada gurauan dari mereka yang tanpa mereka sadari itu sangat menyakitkanku, mereka tidak tahu aku bisa, sebenarnya aku sangat bisa melakukan apapun yang bisa mereka lakukan di depan, berbicara menyampaikan materi-materi dan berdiskusi, aku yakin mempunyai kemampuan materi untuk itu (somboong sedikit untuk menyenangkan diri heu) tetapi mental ku, kelemahanku, kekuranganku membatasi semua itu, banyak kesempatan emas aku abaikan, banyak momentum terbaik aku hindari itu hanya karena kekuranganku yang terlalu aku lebaykan. Dan saat ini aku mau tidak mau harus berpidato di depan kelas kalau mau lulus mata kuliah tersebut.
Hari pertama ujian communication skill itu sudah ada beberapa teman-temanku yang tampil, tampilnya rebutan siapa yang sudah siap maka ia boleh tampil ceramah atau pidato di depan kelas, wahhh aku berpikir kapan aku bisa siap, setiap ada teman yang tampil aku memperhatikan kata demi kata yang mereka ucapkan membuatku tambah iri kenapa aku tidak bisa dengan fasih mengucapkan huruf “R”, aku menyalahkan kondisiku, menyalahkan kekurangnku, aku sangat sedih mungkin karena masalah-masalah yang sedang membebaniku aku menjadi sangat sensitif, aku putuskan untuk tidak mengikuti ujian itu, waktu ujian tinggal tersisa dua pertemuan lagi, aku tak peduli dengan nilai untuk mata kuliah itu, ujian communcation skill itu membuat kuliahku kacau selama lebih dari dua minggu, aku jadi tidak semangat di kelas, ketika perkuliahan aku selalu memikirkan tentang ujian itu. Dan yang menyebalkan teman-temanku yang sudah tampil selalu bertanya: “kamu kapan mau tampil? perkuliahan udah mau berakhir ni”. Dengan kesal aku menjawab: “Ahh udah aku g mau ujian itu, titik pokoknya g mau, g mau”.

Untuk menghilangkan penat aku mencoba mencari teman yang setia, menjauhi orang-orang yang memandang rendah padaku, menjauhi orang-orang yang tidak menganggapku ada, menjauhi keramaian karena aku tetap merasa sendirian dalam keramain itu, dan tahukah anda aku menemukan teman setiaku, ternyata teman yang paling setia adalah buku. Aku memilah milih buku, dari sekian banyak buku di rak buku.  Pandanganku terhenti ketika aku membaca judul buku “ZERO to HERO” heemmm aku ambil buku tersebut dan aku baca sinopsis di belakangnya, sangat menggugah karena sangat sesuai dengan keadaanku saat itu, di paragraf ke-dua dari sinopsis itu tertulis kata-kata yang sederhana tapi sangat memancing aku untuk membaca buku tersebut, seperti ini rangkaian kata-kata itu:

“Kita akui, kita orang biasa. Banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan de el el. Itu bukan masalah. Bagaimana di tengah keterbatasan itu kita dahsyatkan diri agar lahir prestasi tinggi. Itulah kepahlawanan sejati. From zero to hero!”

Aku membaca buku itu dengan sangat antusias, lembar demi lembar aku lahap seperti seseorang yang sedang kelaparan menemukan makanan, kata demi kata aku cerna dengan seksama, kata-katanya ringan, sebenarnya banyak buku motivasi yang sebelumnya aku baca untuk membangkitkan semangatku, mungkin karena waktu dan kondisi yang sangat pas dengan keadaanku buku tersebut benar-benar menjadi Hero untuk aku yang sedang zero dan memancing aku untuk menjadi Hero. Aku melanjutkan membaca buku itu, menikmati kisah-kisah para Hero muslim dan panafisran ayat-ayat cinta dari Allah dan hadist dari Nabi Muhammad saw. dalam hitungan beberapa jam aku bisa menyelesaikan buku tersebut. Aku seperti seorang yang sangat dahaga dan menemukan setetes air untuk menghilangkan dahaga itu, dan dari setetes air itu ternyata tersimpan semangat yang mampu menciptakan air yang berlimpah sehingga aku juga bisa membagikannya kepada para musafir yang juga sedang dahaga. Diagram-diagram  Zero to hero yang ditulis oleh Solikhin Abu Izzudin membuatku sadar bahwa sebenarnya kekuranganku adalah suatu nikmat dari Allah dan ini adalah bentuk kasih Allah yang harus aku syukuri dengan memanfaatkannya sebaik-baik mungkin tanpa membuang waktu percuma memikirkan hal-hal yang kecil. Hal ini terinspirasi dari perkatan Al Mutanabi yang beberapa kali diulang oleh penulis, kutipan tersebut terdapat pada halaman 105 dan juga 162:

“manusia dinilai berdasarkan perbuatan mereka. Kebesaran jiwa mereka yang menentukan karya besar mereka memang besar. Di mata orang-orang kerdil, masalah-masalah sepele menjadi besar. Bagi yang berjiwa besar, masalah-masalah besar terlihat kecil”

Aku baru menyadari betapa kerdilnya aku, betapa kecilnya aku hanya gara-gara satu huruf “R” mentalku melempem padahal banyak yang tunarungu, aku tidak fasih hanya satu huruf dari 26 huruf. Astaghfirullah, ampuni hambamu yang tak bersyukur ini, aku menangisi nasibku, menangis sejadi-jadinya, sekarang tangisku bukan karena aku tidak fasih mengucapakan huruf “R” tetapi aku menangisi betapa selama ini aku tidak menyadari bahwa aku masih sangat beruntung dengan semua yang Allah berikan kepadaku dan akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti ujian communication skill itu, dan hasilnya aku mendapatkan nilai “A” untuk mata kuliah Basic Life Skill. Sekarang aku tidak takut lagi untuk tampil berbicara di depan umum dan aku saat ini memang telah memilih memfokuskan diri untuk lebih banyak menulis dari pada bicara, karena fokus diri itu penting.

Ada tiga tipe manusia yang solikhin gambarkan dalam proses pendakian; Tipe Quitters, Campers dan Climbers, aku akan menjadi tipe clembers karena inilah pendaki abadi dan pahlawan yang hakiki yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang, mengubah hambatan menjadi kesuksesan, mengubah kesulitan menjadi kemungkinan-kemungkinan, mengambil resiko dengan sepenuh konsekuensi dan keberanian. Bagaimana dengan anda?

Kita orang biasa, tentu banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan, dan sebagainya. Ubah paradigma, cara pandang kita. Jangan menyalahkan keadaan. Tak usah mempersalahkan kelemahan, tapi ubahlah keterbatasan menjadi anak-anak prestasi tinggi, amal-amal terpuji dalam jiwa pahlawan sejati.(Zero to Hero: halaman 34-35)

kawaaand
Jika saat ini anda sedang merasa sendiri dalam keramaian
Jika saat ini anda merasa lemah dengan kekurangan
Jika saat ini anda merasa takut dengan penghinaan
Jika saat ini anda masih mengabaikan momentum emas hanya gara-gara rasa takut dan kekurangan anda

Lupakan semua perasaan itu kawan,

sejenak bertemanlah dengan buku, karena buku adalah teman yang setia. Bacalah “ZERO to HERO” dan lanjutkan dengan membaca “THE WAY to WIN” nikmati kesejukan tetesan penyejuk dahaga kata-kata yang di ambil dari sari patih Al-Quran dan Hadist serta kisah-kisah penuh hikmah dan anda akan bisa menjadi Hero dan the Winner. Setidaknya Hero dan the winner untuk anda sendiri seperti saya saat ini. Saya telah menang melawan rasa ketakutan, kekurangan, kesendirian, penghinaan, tak peduli dengan sikap dan pandangan orang. Berbuat baik sebanyak mungkin dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena momentum emas itu barang langka seperti yang terdapat pada halaman 79 dalam buku Zero to Hero. “Orang sukses  kuncinya proaktif bukan reaktif. Waktu adalah momentum kesuksesan. Kesempatan yang ada begitu menggoda, mau diapakan terserah anda. Karena itu berbekallah. Allah berfirman”Dan berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah taqwa”(al-Baqarah:197)”

Saat ini kata-kata yang tertanam kuat yakni kata-kata yang terdapat di awal-awal buku Zero to Hero, kata-kata dari KH. Rahmat Abdullah:
Jadilah kalian orang-orang yang:
Atsbatuhum mauqiifan...
Arhabuhum shadran...
A’maquhum fikran...
Ausa’uhum nazharan...
Ansyatuhum ‘amalan...
Aslabuhum tanzhiman...
Aktsaruhum naf’an...

Inilah kisahku kawand, kisah ini belum berakhir karena hidup tetap harus berjalan dan tetap harus berkarya. Terimakasih kepada Allah SWT yang menuntun pandanganku untuk melihat buku “Zero to Hero” sehingga aku bisa menghilangkan dahagaku, terimakasih kepada Pro-U Media dengan buku-bukunya yang menggugah dan lomba ini yang menggugahku untuk lebih rajin menulis, menuliskan kisah-kisahku. Dan special thanks to Solikhin Abu Izzudin, I’LL come to be like you creator, inspirator and Islamis. Amiiin ya Rabbal ‘Alamiiin

Kisah ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Kisah Menggugah Pro-U Media 2010 di